September

Aku akhir-akhir ini termangu, tidak sampai pagi tapi jika waktu tersebut digunakan untuk terbang aku sudah sampai di pelataran Taj Mahal melihat anak-anak muda bersendau gurau.

Kembali pada lamunanku. Lamunku. Aku ingin kembali ke rahim ibu. Merasakan tiap tumpah darah yang dirasakan ibu, belajar banyak tidak mengeluh walau seringkali getir sudah sampai di ujung pisau. Aku ingin kembali ke rahim ibu, merasakan, belajar tidak banyak melempar peluh.

Namun, lamunanku akhir-akhir ini, aku juga ingin kembali kepada yang alpa, yang tidak hadir. Yang tak pernah ada.

Tapi di sinilah aku sudah berdiri, memandang lampu temaram di jalanan pukul 11 malam. Aku sudah bertahan hingga aku tidak pernah takut pergi ke Jogja sendiri, walau pukul 3 pagi sendirian di stasiun. Aku sudah melewati ribuan malam sendiri yang kadang penuh tangis, walau tidak menghasilkan hipotesis apa pun.

Aku sudah pernah sampai titik memberi asupan pengetahuan pada anak di perkampungan, membuat mereka memelukku karena cinta kasih yang aku sembunyikan ternyata sampai juga pada hati mereka.

Aku sudah sampai. Walau aku merasa tak pernah sampai. Persetan memang dengan asumsi.

yana

Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s