Sebelum Tidur

Sebelum tidur, aku merasakan kita berlari-lari di tengah padang rumput yang sering kita pandangi di media sosial, lalu kita beri tanda suka. Kita berlari-lari jauh sekali, tiada henti, tiada lelah.

Aku melihat matamu jatuh di ujung kelopak bunga yang tidak pernah kita lihat sebelumnya, sementara aku lihat pipimu memerah, sepertinya karena terpapar sinar matahari terlalu banyak.

Aku berbisik padamu “aku tidak ingin kembali.” Kamu hanya diam, aku pun tidak memaksamu menjawab walau dalam diriku sungguh menggebu-gebu ingin mengetahui apa yang ada di benakmu. Ah sudahlah, lalu aku nikmati kembali lari bersamamu. Sampai pada titik di mana kita harus memilih di antar dua pilihan, yang satu kamu sukai sementara aku tidak pun sebaliknya.

Kita termangu, lalu “Ayo kita kembali,” katamu, aku mengikuti pintamu. Kita harus kembali pada yang teratur, pada roda yang berputar seperti seharusnya. Walau aku tidak ingin kembali, aku mengikuti pintamu agar kita kembali, tidak berlari-lari lagi. Toh aku senang, kita tidak memilih pilihan yang tadi harus kita hadapi. Kembali bersama adalah jalan kita. Selamat malam, aku belum tidur.

Jatinangor, 30 Agustus 2017.

Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s