Bungkus Mie Instan

Ada bagian dari waktu yang begitu paradoks. Bukan, bukan saat menunggu. Bukan saat pula menghapus luka, namun saat waktu begitu disebutnya sebagai penghapus luka.

Lembar-demi lembar dilempar dan disengat oleh ingatan masa lalu, namun ranjau masa depan enggan kalah. Nurani adalah nurani, kemurnian selalu mengalir di dalamnya.

Ditulis pada 7 Maret 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s