Pengakuan

Pernahkah kamu merasa begitu sakit entah itu dari mana asalnya namun yang pasti engkau merasa begitu sakit. Katanya karena terlalu berperasaan padahal kepala terus berpikir hingga sakit. Katanya tidak penting, tidak usah dipikir. Tapi nyatanya terus menghinggapi diri. 

Pernahkah. 

Terbangun dari tidur di saat yang seharusnya dirasakan adalah rasa syukur dan kelapangan hati untuk mulai menjalani hari namun yang dirasakan hantaman yang begitu keras hingga pelupuk mata rasanya sudah tak kuat menahan air mata yang ingin segera mengalir. 

Tidak ingin berinteraksi dengan siapa-siapa. Namun ingat orang tua di rumah dan segala tanggung jawab yang harus diemban karena tidak ingin mengecewakan orang lain atau tidak ingin dicap pemalas akhirnya keluar dan berinteraksi dengan dunia luar. Tertawa begitu keras namun tak berapa lama kemudian hanya sepi yang dirasakan, atau sedih tanpa alasan. Pernahkah. 

Merasakah.

Ingin menebar kedamaian di sekitar,  tapi nyatanya manusia sungguh penuh konflik. Sedikit-sedikit menyinyir,  berbicara tentang kawannya sendiri di belakang,  begitu elegan menyimpan semua kepalsuan seelegan apa pun itu. Tetap (saja)  palsu. Mencoba berpositif di antara hingar bingar namun lelah. Lelah. Mungkin tidak dirasa manusia lain, karena apa yang membuat diri ini lelah adalah yang membuat orang lain merasa hidup. 

Merasa hidup hancur tak berguna,  padahal sudah cukup hal-hal dilakukan. Hanya bisa berdiam diri,  karena tak mengenal orang yang ingin dibantu. 

Heran pada keengganan manusia untuk tidak selalu membuat dirinya paling benar. Merasa bersalah sekadar basa-basi permainan kata. Jengah. 

Ya Tuhan apakah diri ini begitu palsu,  hingga begitu banyak menimbun kegelisahan. Menyempurnakannya dengan senyum, mengalah,  dan bergumam dengan diri sendiri. 

Tak akan aku mengumbar hal semacam ini dalam kehidupan nyata,  namun di sini hanya mencoba menuangkan kebenaran dari dalam diri. Walau demikian ini kebenaran dari dalam diri,  bisa jadi ini salah besar bagi orang lain. 

Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s