Dalam gemuruh pagi yang begitu syahdu, tak ada yang lebih pilu dari raga yang sepi diiris rindu dan disayat-sayat menjadi potongan-potongan tangisan sebelum akhirnya berjumpa kembali dengan realita.

Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s