Sementara Itu

Di planetarium saya bisa menyaksikan diri saya sebagai zat butiran debu di dalam inti terkecil sebuah debu. Sungguh saya kecil dengan semesta yang begitu luasnya.

Dari media online saya menyaksikan di luar sana sungguh penuh peperangan, jangankan memikirkan pengin set alarm jam berapa, besok masih hidup saja rasanya sebuah keoptimisan yang begitu ambisius.

Di luar sana penuh peperangan, jedar-jedor tembakan bukan sedang disaksikan di film. Tapi di depan mata.

Sementara,

saya di sini mengeluhkan internet yang begitu lola-alias-loading lama. Semoga Tuhan Sang Maha, mengampuni saya yang masih belajar bersyukur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s