Makanan-Seksisme

Selama di kosatan,  delivery-an makanan adalah pilihan tepat bagi saya ketika perut lapar dan enggan untuk keluar atau memang harus ada yang di kerjakan di kostan.

Biasanya yang mengantar orderan itu mas-mas masih muda. Dan dalam pikiran saya yang memasaknya adalah sesosok perempuan.  Entah dari mana pikiran tersebut berlandas.

Hingga suatu waktu saya memutuskan makan di wartegnya,  tidak via delivery. Ternyata saya salah makanan saya selama ini dimasak oleh seorang laki-laki.

Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s