Bapak

Pada beberapa waktu saya memandang bapak, seseorang yang sungguh saya kagumi namun tak jarang kadang saya kesal dengan bapak. Namun bapak adalah bapak.

Bapak tidak suka menggunakan jaringan sosial media semacam BBM-Whatsapp-Facebook-Line-DKK bahkan email sekali pun bapak tidak suka(bisa). Kata bapak itu buang-buang waktu, padahal jika ditilik kembali sosial media tersebut mempermudah kegiatan untuk interaksi sampai kerjaan. Bapak itu orang yang pemikirannya membuatku berpikir bahwa bapak akan lebih memahami teknlogi dibanding mamak. Ternyata Mamak dijelaskan sebentar penggunaan sosial media, ndak lama kemudian sudah bisa ganti DP-kirim gambar dan menggunakan berbagai menu yang ada di suatu aplikasi.

Meskipun bapak dirinya ndak terintegrasi dengan hal-hal kekinian tersebut, bapak ndak insecure tak seperti anak-anaknya. Salut, sama bapak yang bertahan dengan segala macam kerjaannya tanpa aplikasi-aplikasi tersebut. Microsoft word aja nga pernah make.

Oh ya keanehan bapak sebenarnya bukan di situ, tapi bagaimana interaksi sama orang. Bisa jadi ngobrolin ayam di hutan jadi topik utama ketika ngobrol bersama bapak. Saya aja heran bagaimana bapak dulu berkenalan sama mamak di tukang bakso. Sementara itu bapak orang Magelang sedangkan Mamak Lampung.

Bapak baik-baik saja tanpa sosial media hingga sekarang, aku sebagai anak berharap Bapak selalu demikian.

 

Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s