Little Conversation with Some People #2

Ini sebenaranya pembicaraan sudah agak lama dengan beberapa teman, namun sayang jika hanya mengendap. Pertanyaan yang aku ajukan ke beberapa teman :
1. Head or heart? Why? (jawaban mungkin bisa tergantung, but which one you will strongly believe)
2. How do you know that you are falling in love with someone? What’s the definition of love for you?
3. Apakah luka yang ada di dalam diri benar bisa disembuhkan? (atau mungkin hanya waktu saja yang membiarkannya musnah, atau luka lama pergi akan diganti luka baru?)
Jawabannya bermacam-macam, dan masing-masing memiliki ke subjektifan dan ke objektifannya sendiri namun mungkin karena ini melekat dengan hal personal jadi, lebih didominasi dengan kesubjektifan masing-masing. 
Rekan-rekan lebih memilih hati, meskipun di antara mereka ada yang menyadari pentingnya mengikuti isi kepala karena akan menggunakan logika walau akhirnya yang diikuti hati dan kadang berujung pada sesal. Setiap orang memiliki definisi cinta masing-masing, ternyata memang berbeda di antar rekan-rekanku ada yang mengatakan cinta adalah kebebasan dan kepercayaan. Ada juga yang mendefinisikannya ketika bisa saling sharing ide dan segala macam hal. Untuk indikasi bagaimana mengetahui ketika sedang jatuh cinta pada seseorang pun berbeda-beda. Ada yang tahu ada juga yang bahkan tidak tahu, namun ia hanya tidak ingin menyakiti orang-orang tertentu. 
Cinta buatku kadang tak terdefinisi. Aku merasa sering jatuh cinta dengan banyak hal, dengan suara hujan atau lampu temaram di kala hujan telah usai, jatuh cinta pada mata seseorang, namun hal yang aku ketahu juga aku hanya mencintai orang tertentu dan hal-hal tertentu. Cinta terus berganti definisinya seiring laju kehidupan. 
Luka 

“Suatu hal yang gabisa kita benerin maka cuma waktu yang bisa benerin…” 
“Kita juga harus kooperatif dengan waktu, membantu waktu untuk mengobati luka dengan cara kita membantu untuk mengalihakn pikiran kita dari luka itu..” 
“Luka ada untuk kita tumbuh dan berjalan, tidak menetap dan diam…”
 “Dan pilihan dalam menutup luka akan mengantar pada episode yang tidak terduga.”
“Waktu juga sebenarnya cuma mengubah persepsi dan emosi lewat pengalaman-pengalaman baru yang ditambahkan ke kognisi sehingga sesorang bisa memaklumi, memaafkan, tidak peduli, dan lain-lain yang membuat sakitnya gak kerasa lagi.”
Kehidpan terus berjalan,
Satu terlewati,
Satu datang, 
Jadi aktor terbaik di setiap sesinya. 
————–
Saat kau menerima dirimu, dan berdamai dengan itu. Kau menari dengan waktu, tanpa ragu yang membelenggu. -Taifun, Barasuara.
Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s