Sebut Diriku Menyedihkan Tapi Tidak Sekalipun Aku Meminta Tolong Pernah Aku Berteriak Tolong Dan Tak Ada Suara Yang Kembali

Semakin hari semua semakin mengawang-awang,
Biar saja aku ini terlihat biasa dalam nyata namun di dalam, semua adalah sesuatu abstrak yang mengawang bagai lukisan Picasso. Sering aku meneriaki diriku untuk berhenti mempertanyakan “what’s the point” “what’s the meaning” aku ingin berhenti dan menjalani jua menikmati. 
Gelak tawa orang yang selalu tergeletak dalam ruang-ruang sekitar hidupku lantas tak langsung mengobati luka dalam diri. 
Aku yang selalu berpikir realistis dalam nyata, tak bisa melawan suara-suara yang parau bahkan si monster dalam diri. Tak bisa aku realistiskan apa yang ada dalam diri ku. 
Bukan aku tidak bersyukur, aku selalu bersyukur dalam hari yang selalu bergulir. 
I tried.
Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s