Cawan Tak Minta Disetubuhi

Pisau tajam menunggu disetubuhi,

Sementara panci dapur menunggu dilucuti panas,
Sendok meminta dicumbu dengan bibir,
Tak ketinggalan si garpu,
Ada apa dengan kompor senang dikelitiki dengan tawa,
Apa mereka belum mengenal cawan,
Si kecil yang menawan,
Begitu sederhana,
Apik menerima isi,
Tak minta disetubuhi,
Hanya minta apresiasi,
Kadang bersentuhan dengan panas,
Tak jarang dengan beku,
Sederhana,
Ia menerimanya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s