Rumah di Tepi Pantai Halmahera (Mulut dan Kewarasan Manusia)

“It had gotten to the point where it seemed like nothing matters, because I’m not a real person and neither is anyone else.”

-Gillian Flynn on Gone Girl

Tulisan ini sebenarnya hanya hasil abstraksi pikiran tentang memahami manusia, sebenarnya tidak perlu mengkontemplasikan manusia. Ini mungkin lebih pada learning to understanding each other dan mencoba see the beauty in people.
Semua orang memiliki sisi gelap dan sisi terang, mungkin itu falsafah yang juga bisa didapatkan dari  bulan. Ketika kita melihat bulan terang, sesungguhnya ada bagian dari dirinya yang gelap. Pun manusia. Itu semua tergantung bagaimana cara semesta mempertemukan kita dengan orang tersebut dan bagaimana kita mau memandang orang tersebut. Misal, saya mengenal Z ketika ia sedang tidak enak hati atau ada masalah yang berkecamuk dalam dirinya, sehingga Z mengekspresikan dirinya dalam bentuk kejutekan, tak peduli dengan sekitar dan sikap yang tak mengenakan lainnya. Berbeda ketika kamu yang menemui si Z pada masa ia baik. Maka hasilnya kita akan mengenal si Z dengan cara yang berbeda.
Di lain hal, omongan orang dan label tentang seseorang kadang memegang peranan penting dalam pandangan kita mengenai orang tersebut. Misal, saya kenal si Bunga dari orang yang menyenanginya apa yang sampai ke telinga saya tentu adalah hal baik tentangnya, ketika saya mendengar si Bunga dari orang yang tidak menyukainya tentu hal buruk yang akan saya cerna.
Apakah harus kita termakan first impression, tentunya first impression penting namun ketika ke-esokan harinya kita akan memiliki intensitas terus menerus dengan orang tersebut jika pada awal pertemuan tidak mengenakan maka penting bagi kita untuk melihat hal positif dari orang tersebut. Manusia itu indah. Tinggal kemampuan kita dalam menggali keindahan yang kadang mereka timbun, hingga tak semua manusia dapat menjangkaunya. 
Dalam salah satu buku favorite saya karangan Harper Lee dikatakan :
“You never really understand a person until you consider things from his point of view… Until you climb inside of his skin and walk around in it.” Memang benar adanya kutipan tersebut, sikap judgemental memang memiliki positif dan ketidak positifan namun ke subjektifan saya lebih banyak melihat dengan kenegatifan. Kita boleh menilai orang, namun jangan sampai hal tersebut seakan kita mengetahui benar orang itu. Kita tidak tahu dia, tidak tahu cerita dia, kesedihan, kesenangan dia. Seperti orang yang kadang juga tidak mengetahui diri kamu jua. 
Hidup boleh saling mengingatkan, namun jangan sampai mencela tak berkemanusiaan. Hingga pada akhirnya saya memahami, kita harus dapat memahami bahwa “we have to understand each other, that we can’t always understand each other.” Hehe… 
Masih dari To Kill A Mocking Bird :
“Atticus, he was real nice.”
“Most people are, Scout, when you finally see them.”
🙂
Nota Bene :
Maybe I could give the message for you to be kind, be kind, be kind. If you couldn’t do it everytime, I hope at least you are not so judgemental to people.
Me too, still learning.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s