Sore Menderu Biru

Apa daya aku yang hanya bisa menuruti omongan ibu, kalau pakai baju hendaknya hitam saja sebab itu tak membat diri terlihat terlalu serampangan, sederhana, namun juga bernilai,
Sedang dia bisa menuruti baju seperti apa yang ada di majalah.

Pagi ini aku terburu-buru ke kampus, menapaki jalan,
Kendaraan ku hanya kecepatan derap langkah kaki ku, tak seperti ia yang bisa tergesa sambil memutar kemudi.

Sore ini aku menatap langit biru,
Bukan karena aku sedang termangu,
Hanya tak ingin hasbikan waktu,
Dengan bercemburu.

Jangan bawa aku ke tempat ramai itu,
Sebab aku lebih suka kita duduk-duduk sambil baca buku,
Ajak aku ke tempat itu,
Dimana aku bingung mau buang uang untuk buku puisi atau buku basi tapi aku ingini.

Maaf aku suka makan,
Tapi bukan makan restoran,
Apa saja aku makan,
Asal itu masih disebut makanan.

Bukan aku selalu membumi,
Karena aku pun kadang melangit,
Namun hari ini aku ditegur Tuhan,
Hidup ini sementara bukan.

#SetengahFiksiSetengahRasa

Advertisements

Published by

yanasafitri

Lahir tahun 1996.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s