[Hampir] Satu Tahun Jadi Mahasiswa

Satu tahun yang lalu, pada bulan yang sama mungkin aku sedang duduk di pojok coffee shop ini merenungkan bagaimana nanti di universitas dan hidup menjadi mahasiswa. Dulu sering mengagumi para mahasiswa berprestasi yang menyabet berbagai penghargaan. Dan kini nyatanya aku sudah bagian dari mahasiswa. 
Hidup di daerah Depok yang di dalamnya terdapat universitas dambaan se-Indonesia, Universitas Indonesia terntu menjadikan diri ini pernah membenak untuk kuliah di sana. Namun bukan begitu jalan semesta. Dan kini sudah hampir satu tahun jadi mahasiswi di Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD. Luar biasa, itulah rasanya menjadi bagian dari mereka. Kadang memang orang masih mempertanyakan “apasih kesos?” “yang jadi relawan ya?” “lu mau ngajar di pedalaman yan” dan banyak hal yang mempertanyakan di jurusan ini.
Jawaban sederhananya dari aku pribadi adalah kami belajar menjadi malaikat. Hahaha. 
Anggaplah itu candaan karena memang itu bercanda, anggaplah itu serius karena memang begitu.
(SWEAR, Oktober 2014)
Hidup hanya sekali, dan Tuhan membawa hidup ku untuk mengenal mereka. Manusia-manusia yang mungkin entah satu tahun lalu tak menahu keberadaannya. Dari berbagai macam daerah yang berbeda, karakter mereka pun berbeda-beda. Dengan segala kadar ambisi yang berbeda cara hidup mereka pun berbeda. Namun yang selalu aku percaya dari mereka adalah, mereka semua adalah orang baik-bagaimana pun. Mereka sudah berada disini, mereka orang baik. Hehehe
Tulisan ku satu tahun lalu sebelum pergi merantau : klik di sini
“She’s only seventeen when she left home.”
Bagi ku itu kutipan cukup dalam, untuk menggambarkan bagaimana keadaan saat itu. Mungkin banyak dari teman yang datang dari tempat yang sangat-lebih jauh dari ku. Memang leaving home for traveling will give you a wide excitement but leaving home for a long time and to struggle living your dreams is that kind of hard matter. Hehehe

Kuliah itu kadang kalau lagi sibuk dan hectic, itu sibuk banget. Tapi kalau lagi gabut itu gabut abis, sampai kasur melambaikan tangan tanda menyerah karena udah kelamaan di tindihin. mehehe
Beberapa bulan lalu berkesempatan untuk jadi delegasi di Universitas Indonesia, bertemu dengan kawan-kawan dengan prodi sama dari berbagai univerisitas. Sebagai mahasiswa cetakan baru, tentu agak menimbulkan kesan minder terlebih dengan pengetahuan yang jauh dari mereka yang udah kuliah satu atau bahkan dua tahun lebih lama. Tapi ketika di akhir acara ada pengumuman delegasi terbaik, ternyata masih bisa masuk. Bukan coba menyombongkan tapi itu peringatan aja, that I don’t have to put much worries in my life, just do my best capability and let everything be.

 Awal kuliah agak ngejelimet memahami birokrasi di kampus, mulai dari BPH, BPA, BEM Fakultas, BEM Univeristas, UKM dan segala macamnya. Ternyata lambat laun juga paham. Hehehe,
Jadi mahasiswa juga memang hidup pilihan kita sendiri, mau jadi apa, mau kaya mana, mau sesibuk apa, mau kapan selesain tugas, mau jadi manusia kaya mana. We are deciding.

Kadang bingung juga jadi mahasiswa, mau melakukan apa.
Apa mahasiswa harus seperti ini, itu, blabla.
Bingung juga kadang jadi manusia yang banyak tahu di diskusi dalam kelas. Tapi nyatanya itu hanya omongan. 
Buat makalah beratus halaman dalam sebulan.
Tapi kontribusi untuk manusia lain tidak ada.
Itu yang terus membuat membenak selama jadi mahasiswa.
Selalu mencari kegiatan yang bisa berkontribusi buat masyarakat.
Setidaknya untuk orang sekitar.
Kalau pun sulit untuk bisa berkontribusi, mungkin kontribusi untuk diri sendiri dulu.
Untuk selalu jadi diri sendiri, di tengah berbagai masyarakat dengan segala paradigmanya.
Mempunyai idealisme sendiri akan kehidupan, itu adalah bagian kontribusi hidup. Kontribusi untuk diri sendiri.
Hidup menjadi mahasiswa ternyata tak se-perlu itu menjadi berprestasi ketika memikirkannya di zaman SMA dulu. Hidup menjadi mahasiswa adalah terus tumbuh menjadi dewasa, menyikapi permasalahan dengan lebih mandiri dan matang. Serta bermanfaat untuk makhluk Tuhan.
Semua tidak dapat dideskripsikan, namun ini sekiranya yang ada di pikiran ketika menulis ini.
Rajin membaca ya kawan! 🙂
Semoga damai,
Yana.
N.B. : Rekomendasi film “Liberal Arts” untuk tulisan terkait dengan masa awal perkuliahan dan perantauan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s